Sebuah Cerita Tentang Kebahagiaan Menuju Syurga-Nya

image

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, ALLAH akan memudahkan baginya jalan ke surga. “
(HR. Muslim)
Sungguh,  sebenarnya aku iri dengan mereka ini, aku juga malu dengan mereka ini, adik-adik hebat yang masih berumur belasan tahun…
Dulu, saat aku masih duduk dibangku SMP, aku belum menutupi aurat sepertai mereka.
Dulu,  saat aku masih duduk dibangku SMP, aku tidak pernah merasakan nikmatnya duduk membentuk lingkaran,  membahas masalah ilmu-Nya, berbagi cerita bersama teman-teman yang sama-sama ingin menuju Syurganya ALLAH…
Sudahlah!!!
Tak patut rasanya aku terus dihantui oleh masalalu 😂
Sungguh, aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari mereka.
Ya, mereka yang begitu bersemangat menanti ilmu baru, ilmu-Nya.
Sungguh, aku sangat bersyukur saat mendengarkan suara indah mereka membacakan surat-surat cinta dari-Nya.
Sungguh, aku sangat bersyukur saat memeluk mereka yang sedang bingung karena kajian gabungan tak kunjung tiba 😊
Dan sungguh aku sangat bersyukur serta bahagia saat mereka mulai bergantian menanyakan hal-hal yang berkaitan tentang ilmu agama,  meski ada saja pertanyaan mereka yang tidak bisa aku jawab waktu itu dan menjadi PR, serta tanpaku sadari ada ilmu baru hadir untukku.

***Malam ini,  selepas sholat isya aku baru ingat ada setumpuk kertas yang terlipat rapi di toples kecilku.
Astaghfirullah…
Aku belum sempat membaca tulisan-tulisan itu.
Ya,  beberapa minggu yang lalu sebelum mereka membaca doa kafaratul majelis, aku meminta mereka untuk menjawab pertanyaanku 😊
Entah kenapa terlintas pertanyaan itu,  singkat saja “Kenapa sampai detik ini kalian masih bertahan di RISMA? ”
Bulir-bulir airmata tak bisa tertahan lagi,  tak-ku lewatkan satu kata pun goresan tinta pena mereka.
Kalau saja waktu itu aku tak berjanji bahwa hanya aku yang akan mengetahui tulisan mereka, pasti akan kutuliskan disini satu-persatu. 😊

image

Yang pastinya mereka memang tak pernah salah memilih RISMA, sebagai es-kul disekolah!
Dan aku sangat BANGGA kepada orangtua mereka yang sangat mendukung anak-anaknya bergabung di RISMA 😂
#Terimakasih bu,  pak,
percayalah, saat putri-putri hebat ibu dan bapak berkumpul di RISMA itu adalah salah satu cara mereka berusaha untuk menjadi putri-putri nan solehah yang nantinya bisa membanggakan kedua orangtuanya dunia-akhirat.
#Terimakasih juga untuk semua guru disetiap sekolah yang sangat mendukung penuh es-kul ini! 💕
#Serta tak lupa terimakasih  sebesar-besarnya kepada semua orang-orang hebat yang sekarang sama-sama berjuang sepertiku, orang-orang hebat yang memberikanku kesempatan untuk berada ditengah adik-adik hebat ini,  hanya ALLAH sebaik-baik pemberi balasan 😂

***Lalu,  untuk semua adik-adik solehah dan hebat (karena mampu menghadapi semua rintangan untuk menuju majelis ilmu), tetaplah disini, sampai kapanpun, jangan hiraukan apapun pandangan orang-orang tentang kalian, selagi itu BAIK, maka lakukanlah!
Ingat,  PANDANGAN ALLAH ITU LEBIH PENTING!!!
°When there are people let you down.
Istighfar,
Istighfar,
Istighfar, and ALLAH will pick you up, will help you 😘💕°
*We change together,  to be a better Muslimah! ***

Dalam tulisan ini ingin kusampaikan juga kepada teman-teman yang masih sering menolak untuk bergabung bersama adik-adik RISMA.
Sungguh,  ilmuku pun masih jauh dari kata sempurna seringkali ilmu itu datang dan bertambah saat adik-adik mulai bertanya, terkadang aku sering tertampar dan malu karena merasa ilmuku masih sediiiiikit sekali 😢

“Ilmu itu lebih baik dari harta, ilmu itu menjaga kita dan menjaga harta kita. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan.”
(Saidina Ali bin Abi Thalib)

Rasulullah ditanya tentang kedudukan dua orang lelaki, seorang ahli ibadah dan seorang lagi ahli ilmu. Lantas Baginda SAW menjawab yang bermaksud :

“Kelebihan para ulama’ berbanding dengan ahli ibadah ibarat kelebihanku berbanding orang yang paling rendah kedudukannya dikalangan kamu”

Setelah itu Rasul bersabda yang dimaksud.

“Sesungguhnya para Malaikat, segala makhluk yang berada dilangit dan dibumi sehingga semut yang berada didalam lobangnya, serta ikan dilautan senantiasa mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Disamping itu pula seluruh penduduk bumi dan langit akan memohon keampunan kepada ALLAH untuk mereka. “
(Riwayat At Thabrani, kan2 al-Ummal (28736) 145/10, Jami’al-Haditsh (14774))

*Mari menuntut ilmu dan berbagi ilmu*

“Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah dzikir,  mencari ilmu adalah jihad”
(Imam Al-Ghazali)

Note :
Mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini, aku hanya ingin berbagi cerita tentang kebahagiaan melalui tulisan.
Jadi maafkan jika ada yang tersakiti ya???
*Memaafkan untuk dimaafkan, semoga ALLAH juga murahkan keampunan-Nya terhadap kita, insya Allah*
#Syukran yang sudi membaca, mohon teguran jika ada yang salah. 😊

Iklan

Goresan Pagi

image

Jika tangis bisa menghilangkan rasa sayang, saya rasa sayang itu sudah lama akan hilang.
Jika marah dan kecewa bisa menghilangkan rasa sayang,  saya rasa sayang itu sudah lama akan hilang.
Jika kekesalan bisa menghilangkan rasa sayang, saya rasa sayang itu sudah lama akan hilang.
Jika rindu bisa menghilangkan rasa sayang,  saya rasa sayang itu sudah lama akan hilang.
Semua tentang rindu!
Rindu dan rindu!
Sering berusaha untuk menepis rindu, tapi tak bisa,  bahkan semakin menjadi-jadi.
Tetapi saya punya cara sendiri…
Selama ini, 
Rindu itu selalu saya balut dengan doa (itu kenapa ini semua masih utuh,  seperti dahulu).
Ya, saya selalu menjadi penembak doa yang setia 😂
Cinta dalam diam, rindu dalam kesunyiaan, luahkan semuanya pada ALLAH Yang Maha Mendengar 💕😊
Doa adalah bahasa rindu dan cinta yang paling cepat sampai kehati tanpa perlu didengar, diberitahu, dan dibaca.
Cinta?
Rindu?
Bahagia?
Marah?
Kecewa?
Walau apapun keadaan sekalipun, jangan pernah lupa untuk berdoa.
Berdoalah, berdoalah, berdoalah 😊
#Hanya manusia yang sombong saja yang malas dan tak mau berdoa 😢

Fa idza faraghta fanshab

image

Assalammualaykum, 
Sudah lama rasanya tak berbagi coretan di blog kesayanganku ini 😊
Alhamdulillah, aplikasi WordPress di Android sangat membantuku untuk bisa menulis setiap harinya,  insya Allah 😊
Hari ini ada sedikit kebahagiaan yang ingin kutulis.
Tiga hari yang lalu adik ku oulang dengan membawa dua medali,  tanda kemenangannya.
Ya,  adikku lolos menjadi juara cabang atletik O2SN tingkat SMP.
Masya Allah,  airmataku hari itu tak terbendung lagi, apalagi saatku lihat ibu menangis bahagia hari itu.
Ibu adalah seorang wanita yang selalu mendukung dan berdoa untuk kesuksesan anak-anaknya.
Dan,  aku tahu, bahkan sangat tahu!
Bahwa adikku adalah remaja yang sangat sederhana,  yang tidak pernah menuntut ini-itu.
Setiap sore aku hanya mengantarkannya untuk latihan di PPLP,  bermodalkan air putih satu botol dan sepatu sederhananya…
Ah…..
Aku sangat tahu perjuangan dengan penuh kesederhanaannya :’)
Bahkan saat ia harus menginap di hotel dan aku menawarkan untuk membelikannya baju/celana olahraga yang baru,  dengan tegas ia menolaknya.
Dan dengan kesederhanaan, keberanian, kesungguhan, dan doa orang-orang yang menyayanginya,  ALLAH berikan kemenangan.
Alhamdulillah,  Alhamdulillah,  wa Alhamdulillah….
Terimakasih dik,
Kau ukir senyuman indah dibibir tua ibu dan ayah.
Kau buat airmata bangga ini mengalir dengan derasnya dari mata kecil dodomu ini :’)
Teruslah berjuang!
Perjalananmu masih panjang!
Bismillah!
“Fa idza faraghta fanshab”
(Apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain)
😊

image

#Note :
Siapapun yang membaca catatanku ini,  mohon doanya agar adikku diberi kemudahan,  kesehatan, dan terus menjadi kebanggaan keluarga,  Aamiin Ya Rabb…

Meneladani Wanita Dambaan Syurga

PhotoGrid_1454072510852

Rasulullah Shallallahu’ alaihi Wasallam bersabda :

“Cukuplah bagimu meneladani empat wanita pilihan alam semesta, Maryam binti Imran, Asiyah (istri Fir’aun), Khadijah binti Khuwaelid, dan Fatimah binti Muhammad.”
(HR. Ahmad)

 

Beliau juga bersabda,

“Wanita paling utama di syurga adalah Muti’ah, Khadijah binti Khuwaelid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun).”

(HR. Ahmad dan Thabrani)

 

 

Mengapa dianggap wanita terbaik di dunia dan di syurga?

  • Beriman kepada ALLAH dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
  • Beriman kepada para Nabi dan Rasul, kitab-kitab ALLAH, para Malaikat dan hari kemudian.
  • Taat dan patuh menjalankan perintah ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.
  • Berjalan di atas petunjuk ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.
  • Selalu menjaga kemaluan dan kehormatannya.
  • Sabar dalam menjalankan, berdakwah, dan memperjuangkan agama ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Taat kepada suami (Selama yang diperintahkannya tidak mengandung maksiat kepada ALLLAH)
  • Tidak dzaolim kepada siapapun.
  • Selalu merindukan dan berdoa memohon syurga.

 

ALLAH berfirman,

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. an-Nahl [16] : 97)

#Semoga wanita-wanita, KITA, istri, anak-anak dan saudara-saudara kita dapat meneladani mereka, hingga memasuki syurga-Nya, Aamiin… 🙂 ❤

Note :

#Foto hanya sebagai tambahan.

#Santri TPQ Al-Munawwar Bengkulu.

 

 

Wahai Hati

bunga     Sakit hati? Tapi bibir masih mampu mengukir senyuman, itulah kemanisan bagi mereka yang mampu bersabar atas dasar IMAN.

“IKHLAS”

simple words, tapi agak susah untuk dilakukan.

cobalah!

andai jatuh, bangun dan coba lagi!

insya Allah kemenangan milik anda 🙂

Andai kita ikhlas dengan ketentuan ALLAH, ALLAH akan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi.

Percaya pada-Nya. Bersangka baik pada-Nya.

Ingat!

ALLAH tidak memberikan apa yang kita mau, tapi ALLAH memberi apa yang kita butuhkan.

Why??????????

ALLAH knows THE BEST.

Then,

mengadulah pada-Nya ❤

Dia tunggu :’) ❤

 

 

Bismillah, semoga rezeki-ku

Foto-0526

#HijrahItu menghindari atau menjauhi diri dari sesuatu, baik dengan raga, lisan dan hati.

#Hijrah itu sebuah perjuangan dimana saat kita menuju-Nya banyak sekali rintangan, contohnya saja dalam berhijab, banyak sekali tantangannya, bahkan akan dimusuhi orang-orang terdekat, apalagi itu adalah keluarga.

#Hijrah itu akan terasa indah saat kita menjalankannya karena ALLAH J

“Barang siapa yang berhijrah dijalan ALLAH niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa: 100)

#Welcoming1437H Apa yg sudah kita SIAPKAN untuk KEHIDUPAN mendatang ?
jika kita LALAI LAGI,kesempatan itu PERGI dan TAK KAN PERNAH KEMBALI !
Ada banyak HAL yg harus kita PERBAIKI!!!
Bukan sekedar mengganti KALENDER,apalagi cuma mengganti angka Belakang 1436 menjadi 1437…..

 

Note : Thank you #Sahabatmadinah, semoga ALLAH selalu meredhoi.

Bidadari Tanpa Sayap yang Membuat Hariku Indah Bersama Leukemia

Wulllllllllllllll

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

( Al-Insyirah : 5-6 )

         Kamu, ya, kamu mbak orang yang sampai detik ini adalah orang hebat dengan cinta tak berujung. Mungkin karena kamu adalah seseorang yang sangat dekat dengan-Nya sang Maha Cinta, pemberi cinta tak berujung pada hamba-Nya yang bertakwa. Hari ini, mbak terlihat begitu cantik dengan baju pengantin itu, ditambah lagi senyum selalu hadir saat tetamu mulai menyalamimu.

“Hana, tenang saja sayang, Allah pasti menyembuhkanmu” kalimat itu adalah kalimat yang kau ucap saat dokter memvonisku mengidap penyakit leukemia. Umurku memang masih kecil waktu itu, dan tidak begitu faham dengan apa yang dokter katakan. Aku ingat saat aku menarik-narik baju ibu diangkot sambil menanyakan apa itu leukemia dan lagi kau bisikan ke telingaku bahwa aku pasti sembuh sambil mencium keningku.

Mbak adalah bidadari kedua setelah ibu, disaat ibu harus meninggalkan kami untuk selama-lamanya aku menjadi orang yang sangat bodoh waktu itu. Padahal umurku sudah 14 tahun, kalaupun aku sedih tak seharusnya aku berteriak-teriak mengatakan Allah itu tidak adil. Ya, aku memang sangat terpukul saat ibu ditemukan dipinggir jalan karena ditabrak orang yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana aku tidak merasa bahwa Allah itu tidak adil, saat aku hadir didunia ini ayahku meninggal kecelakaan sewaktu menuju rumah sakit untuk melihatku. Dan sekarang saat aku baru lulus dari SMP, Allah panggil ibuku. Tapi lagi, kamu mbak, selalu menjadi penguatku seraya kau bisikkan “Istighfar sayang, Allah sangaaat menyayangi kita dan ingat, kau masih punya mbak, berhentilah berteriak mengatakan Allah tak adil.”

Semenjak kepergian ibuku, hanya mbak lah yang menjadi penguatku, yang menemaniku saat aku harus kemoterapi. Mbak selalu menundukkan kepalanya saat aku dikemo, aku tahu kalau mbak tak pernah kuat menyaksikanku kesakitan. Mbak juga yang sangat pandai memanage uang pensiunan ayah. Selain itu mbak selalu pulang habis isya karena harus mengajar privat untuk menambah kebutuhan kami, ditambah lagi biaya pengobatanku tidaklah sedikit. Masih teringat jelas saat mbak mau wisuda, aku lihat teman-teman mbak sibuk dengan baju kebayanya, bahkan aku mendengar ada salah-satu teman mbak yang bercerita bahwa dia menjahit bajunya dengan merogoh kocek yang tak sedikit.

“Mbak, minggu depan pas yudisium pake baju yang mana?” malam itu aku paksakan untuk bertanya. Mbak ku langsung berdiri membuka lemari pakaian, disana sudah tergantung rapi baju panjang berwarna hijau beserta jilbabnya yang berwarna senada. Serta ada satu lagi kamu tunjukkan padaku mbak.

“ini untuk adek pakai besok, biar kita sewarna ya”

“Mbak, ini kenapa? Yang yudisium itu mbak, bukan Hana!” lagi, dan terlalu sering aku menggunakan nada yang keras padanya.

“Hana, mbak udah lama loh nabung untuk baju kita berdua ini”

“Mbak, kalau mbak nggak beliin baju Hana pasti baju mbak bisa lebih mewah. Mbak kenapa selalu berusaha membahagiain Hana tetapi mengorbankan kebahagiaan mbak? Apa karena Hana penyakitan mbak? Mbak takut Hana nggak bahagia disisa hidup Hana ini? Karena leukemia ini kan mbak?.” Aku berteriak sambil menarik jilbab ku dan menunjuk-nunjuk kepalaku yang kian hari kehilangan rambut-rambutku.

Dan untuk kali pertama, saat umurku menginjak 16 tahun, aku melihat ada butiran lembut yang mengalir dari kedua matanya. Kau tak banyak bicara mbak, kau peluk aku sambil menyuruhku untuk beristighfar, kau juga minta maaf padaku, lalu kau berlalu ke dapur dengan alasan ingin memasak untuk sahur besok. Mbakku memang selalu berpuasa senin-kamis, tapi yang kutahu mbak selalu memasak disore hari. Aku kejar mbakku, sambil menarik tangannya.

“Mbak, kenapa nggak jawab pertanyaanku? Mbak selalu seperti ini!” lalu aku berlari menuju kamarku dan menutup pintu kamar dengan kerasnya. Sebenarnya aku hanya ingin mbakku terlihat cantik dan mewah dihari kelulusannya itu, meski aku tahu mbak adalah orang yang sangat sederhana dan bagiku mbak tetap cantik saat mengenakan baju apapun beserta jilbab besarnya. Waktu itu sudah dua hari aku tak ingin bicara dengan mbak, meski kami selalu sholat berjama’a berdua, aku selalu menyalaminya tapi tanpa kata sedikit pun.

Di hari ketiga aku mendiamkan mbakku, sakitku kambuh, aku diantar pulang oleh salah satu teman kelasku, sedangkan waktu itu mbak tidak dirumah. Untuk menghubunginya aku malu, lalu aku suruh temanku yang meghubungi mbak. Sekitar 20 menit mbak sudah dirumah dan mengucapkan banyak terima-kasih pada temanku. Aku tahu, mbak menggunakan motor dengan kecepatan tinggi dari kampusnya. Bisaku bayangkan, sejauh apa kampus mbak.

Karena mimisanku tak juga berhenti serta kepala yang begitu pusing, dengan panik mbak memanggil tetangga sebelah untuk membantu mengangkatku ke angkot untuk dibawa kerumah sakit. Aku lihat wajah cantik itu berubah menjadi pucat, meski menurutku kecantikan mbak tak pernah hilang. Sampainya dirumah sakit aku langsung dirawat. Aku ingat saat umurku menginjak 10 tahun, dokter sudah mengatakan bahwa leukemia ku sudah akut yang mana umurku akan bertahan beberapa bulan saja. Tapi ibu dan mbak selalu meyakinkanku bahwa aku pasti sembuh, hingga detik itu, aku berumur 16 tahun, aku masih kuat, aku juga sudah duduk dibangku kelas sebelas SMA.

“sabar ya sayang, Allah itu sayang sama Hana, percalah, tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya” mbak masih bisa membisikkan kalimat itu padaku, padahal aku tahu empat hari lagi mbak akan yudisium. Dimalam keduaku dirumah sakit, aku bangunkan mbakku dari tidur lelapnya, sebenarnya tak ingin membangunkannya, tapi aku benar-benar tak kuat jika harus ke kamar mandi sendirian.

“Mbak, temani Hana ke kamar mandi” dengan sigapnya mbak menemaniku. Selesai wudhu aku sholat tahajud, mbak kenakan mukenahku, lalu mbak kembali tidur dilantai rumah sakit dengan beralaskan tikar kecil, terlihat bahwa mbakku sangat lelah, aku juga tahu begitu banyak peluh dan air mata dalam kehidupan mbak meski mbak tidak pernah memperlihatkan itu padaku. Malam itu aku menangis sejadi-jadinya, aku memohon kepadaNya, untuk diberikan kesehatan, kalau memang Allah ingin cabut nyawaku, aku memohon sampai mbakku wisuda saja, itu sudah lebih dari cukup. Benar saja, Allah mengizinkanku untuk menghadiri hari wisuda mbak, dan betapa bangganya aku mempunyai kamu mbak, apa lagi saat mbak memberikan kata sambutan karena dia adalah mahasiswi terbaik tahun itu. Mbak juga cepat sekali dapat pekerjaan, ini sudah tahun kedua mbak bekerja sebagai salah satu pegawai bank islam. Ditahun kedua mbak bekerja, aku menamatkan sekolahku, dan tak disangka-sangaka aku terpilih mendapatkan beasiswa disalah satu university ternama dikotaku ini.

Hari ini, aku mengucapkan syukur yang tak terhingga dan memohon ampun pada-Nya, bahwa sebenarnya Allah begitu menyayangiku, begitu mencintaiku, meski selama ini aku selalu mengatakan Allah tak adil karena saat aku hadir didunia ini Allah panggil ayahku, lalu saat aku menamatkan sekolah dibangku SMP, Allah panggil ibuku, belum lagi aku harus menerima kenyataan bahwa aku mengidap penyakit mematikan yaitu leukemia, penyakit kanker darah yang mempengaruhi sumsum tulang belakang dan produksi sel darah putih.

Dan sekarang, hari ini, diumurku yang sudah menginjak 17 tahun, umur yang aku kira takkan pernah hadir dikehidupanku, mbak ku, bidadari tanpa sayapku, sedang duduk bersanding dengan pangeran pilihannya, pangeran yang sangat beruntung bisa mendapatkan mbak terhebatku itu. Aku tak pernah takut lagi jika aku harus pergi meninggalkanmu mbak, karena sekarang kau sudah bersama kakak yang insya Allah akan terus bersamamu. Terima kasih atas perjuanganmu untukku mbak, aku tak pernah tahu jika kau tak bersamaku mbak. Mbak, izinkan aku terus mencintaimu semampuku, agar cinta ini mengalun dalam jiwa, agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku….

 

“Barakallahhu laka wa barakallahu ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khairin, ditunggu pejuang kecilnya mbak”

Jika Allah izinkan aku ingin sekali bermain dengan keponakanku nanti mbak. Terima kasih Rabb, atas semua nikmat yang kau berikan padaku.

Terima-kasih telah menganugerahkanku bidadari tanpa sayap yang membuat hari-hariku bersama leukemia begitu indah.

 

 

Fabiayyi ala’i rabbikuma tukadziban.

Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kamu dustakan?

(Ar-Rahman : 13)

Note : Bersabarlah whai hati,

ALLAH sangat menyayangimu… :’)

 

Berhentilah Menangis Lala

wul

Lala masih saja menangis tersedu-sedu karena ayahnya pulang tanpa membawa sepeda baru. Lala baru saja duduk di bangku kelas 5 sd dan ayah Lala memang sudah berjanji untuk membelikan Lala sepeda baru jika Lala mendapatkan juara di kelasnya. Tetapi dikarenakan ayah Lala pulang dari kantor sudah sangat larut malam, ayah Lala tidak sempat berhenti di toko sepeda.

“Nak, besok kan hari minggu, jadi besok saja Lala sama ayah pergi ke toko sepeda dan Lala bisa memilih sendiri mau yang mana” Ayah membujuk seraya mengusap kepala Lala.

“Tapi pagi-pagi ya ayah? Karena sorenya Lala mau keliling komplek” Lala mengusap air matanya.

“Iya sayang, sekarang tidur dulu ya”

Lala melangkah kan kakinya menuju kamar dengan ceria sambil bergumam dalam hatinya “ehmmm tak sabar menunggu pagi”

Esok paginya Lala sudah rapi dengan jilbab hijaunya, ayah pun sudah memanaskan mesin mobil tanda bahwa mereka berdua akan pergi ke toko sepeda, ibu sudah menyiapkan sarapan, sebelum pergi ayah dan Lala harus sarapan terlebih dahulu.

Selama di mobil Lala terus saja sholawat sambil membayangkan sepeda baru, karena kata salah-satu ustadnya di sekolah, jika kita rajin sholawat dan membayangkan sesuatu yang kita inginkan, biasanya Allah akan kabulkan keinginan kita itu. Sesekali Lala berhenti sambil mengeluh karena macet membuat Lala dan ayah lama tiba di toko sepeda. Ayah tersenyum dan menenangkan Lala untuk bersabar.

Tiga jam Lala dan ayah di perjalanan, tiba di toko sepeda Lala langsung memilih salah-satu sepeda berwarna merah dengan corak bunga-bunga serta keranjang kecil di depannya.

Lala senang sekali pagi ini, karena apa yang inginkan bisa ia dapatkan.

Tiba di rumah Lala langsung mengeluarkan sepedanya dari bagasi mobil ayah.

“Ayah, Lala boleh keliling komplek sekarang ya?”

“Loh, tadi kan Lala bilangnya ke ayah nanti sore mau keliling komplek, lagian kita belum sholat dzuhur”

“Habis sholat dzuhur Lala mau main sepeda pokoknya, ayah pelit!”

Selesai sholat dzuhur Lala merengek ke ibunya agar mengizinkan bermain sepeda, tapi ibu tidak mengizinkan, karena hari masih cukup panas.

Lala cemberut dan menuju taman di depan rumahnya, dan dia melihat ayah sedang mengeluarkan barang-barang bekas dari gudang dan memberikan kepada bapak tukang sampah yang selalu mengelilingi komplek dan memungut sampah-sampah dari setiap rumah.

Tanpa disadari, ada gadis kecil yang mengulurkan tangannya kepada Lala.

“Asslammualaykum, nama aku Ifra”

Lala bingung, tapi ikut mengulurkan tangan “Walaykumsalam, nama aku Lala, kamu siapa?”

“Aku anak bapak Tejo, itu yang sedang di depan gudang bersama ayahmu, ayahmu baik sekali, setiap bulannya pasti memberikan barang-barang bekas untuk ayahku dan ayah bisa menjualnya. Oya, Lala kenapa cemberut?”

“Ayah baru saja membelikan sepeda baru untukku, tapi ayah tidak mengizinkanku untuk bermain sepeda, nanti sore saja kata ayah”

“Hanya karena itukah Lala cemberut?”

“Iya” Lala tertunduk.

“Lala tahu? Aku sudah lama sekali menginginkan sepeda, tapi ayah tak kunjung membelikannya untukku, karena ayah tidak punya uang lebih untuk itu, tapi aku cemberut apa lagi marah pada ayah karena aku tahu, ayah susah untuk mendapatkan uang” Ifra tersenyum.

“Ifra tidak marah?” kali ini Lala memandang Ifra dengan mata berkaca-kaca.

“Tidak Lala, karena ayah sudah bekerja keras untukku. Bahkan jika aku tidak sekolah, rasanya aku ingin sekali ikut membantu ayah mendorong gerobaknya sambil memungut sampah, tapi kata ayah aku harus pintar agar nanti tidak susah dan bisa membuat ayah bangga”

“kemarin juara berapa?” Tanya Lala penasaran,

“Alhamdulillah juara satu” Ifra tersenyum.

“Kamu dapat hadiah apa dari ayahmu?” Lala kembali bertanya,

“Pelukan dari ayah dan aku di izinkan ikut membantu ayah selama liburan sekolah” Ifra kembali tersenyum,

“Apakah ifra tidak pernah menagis karena ayah?” pertanyaan terus saja datang dari mulut mungil Lala,

“Tidak Lala, aku tidak ingin menangis didepan ayah, karena saat aku menangis karena kesedihanku, ayah akan merasakan kesedihanku pula, aku ingin kuat seperti ayah”

“Dari tadi kau selalu bercerita tentang ayahmu, ibumu kemana?”

Belum sempat Ifra menjawab pertanyaan lala, tiba-tiba saja pak Tejo memanggil Ifra, Ifra pun berpamitan kepada Lala, tapi Lala meminta Ifra untuk menunggu sebentar.

Lala menarik tangan ayahnya sambil membisikkan bahwa ia ingin memberikan sepeda lamanya untuk Ifra dan ayah Lala mengizinkan.

“Ifra, ini untukmu” Lala tersenyum,

“Terima kasih Lala” Ifra tersenyum bahagia,

“Terima kasih juga sudah bercerita, aku tak ingin cemberut dan menagis lagi di depan ayah dan ibu, aku ingin seperti mu Ifra” Lala memeluk Ifra dengan eratnya dan mengusap air matanya,

“Stop crying Lala, berbahagialah karena kau masih memiliki orang tua yang lengkap, ibuku sudah satu tahun meninggal dunia, jadi sekarang hanya aku dan ayah, teruslah bersyukur”

Bapak Tejo terlihat ikut bahagia dan mengucapkan banyak terima kasih kepada ayah Lala dan juga Lala. Semenjak hari itu, Lala semakin rajin belajar dan tak ingin lagi merengek-rengek kepada ibu dan ayahnya. Jika ada waktu luang Lala selalu mengajak ayah dan ibunya membawa makanan ke rumah Ifra. Bahkan sesekali Ifra belajar bersama di rumah Lala.

 

 

#Lama tak post di WordPress karena kesibukan 😦

#Ini cerpen-ku yg ada dibu “Antalogi anak”

#Terimakasih sudah membaca ^_^

 

 

#Cerita Kemarin

ddududuy

Bila waktu terus memanggil, agar dua hati dapat menyatu ❤
Walau dihalang oleh seluruh makhluk.
Namun jika Allah sudah menetapkan dia jodohmu,

maka apa pun halangannya pasti dan pasti akan bersatu.
Sempurna separuh agama…

maka sempurnakanlah separuh lagi.

#Untuk Ibu Hanny, ditunggu kabar gembiranya!!!!!!!!!! :* 🙂

#Hanya sekedar tulisan

WFA7

Biarkan luka terus menyapa, aku akan terus tegar dan akan terus pula berjuang untuk menyembuhkannya.

ALLAH hadirkan luka ini agar aku semakin dekat dengan-Nya.

Aku tak ingin meyesali apa yang pernah terjadi, tapi aku akan belajar dari kesalahan yang pernah aku lakukan.

Meski tak dipungkiri, sempat hadir rasa putus asa dan menyalahkan Tuhan, Astaghfirullahal adzim 😥 Maafkan aku Rabbi…

Takbir dan tahmid menyadarkanku bahwa aku masih sangat beruntung, karena ALLAH masih memberi kesempatan untukku merasakan hari yang fitri, hari yang begitu indah, dimana aku masih bisa berkumpul dengan orang-orang yang aku sayangi, masih bisa memohon ampun pada-Nya serta aku masih diberi kesempatan untuk kembali pada cinta-Nya 🙂 ❤

Disujud ku tadi, aku yakin Engkau mendengarkan semua apa yang aku keluhkan 🙂

Terima kasih Rabbi atas nikmat yang terus kau berikan padaku serta pembelajaran disetiap kesalahan yang pernah aku lakukan 🙂

Izinkan aku untuk terus menggenggam cinta-Mu :’)

#Terimaksih untuk ceritanya, sehingga ana bisa menghadirkan kembali tulisan disini ^_^